Fasilitasi Percepatan Impor Penanganan Covid-19

MAKASSAR (11/6) - Bea Cukai Makassar dukung upaya percepatan penanganan COVID-19 di Sulawesi Selatan, melalui berbagai kebijakan yang terkait kepabeanan dan cukai, seperti pemberian fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) untuk importasi alat perlindungan COVID-19 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 34/PMK.04/2020.

Setelah mendapatkan Surat Keputusan Pembebasan Bea Masuk dan PDRI, PT. Huadi Nickel Alloy Indonesia melakukan impor masker sejumlah 10.000 pcs, 2500 pcs kecamata keselamatan kerja, dan 2500 pcs hasmat. Importasi ini merupakan bentuk kerja sama penanggulangan COVID-19 dengan negara Cina.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Makassar, Eva Arifah Aliyah mewakili Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai pemberi fasilitas ikut hadir pada penyerahan Hibah PT. Huadi Nickel Alloy Indonesia kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, yang diterima langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.

Eva mengatakan bahwa importasi ini dilakukan untuk membantu penanganan penyebaran COVID-19 di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan “Importasi tersebut dilakukan oleh perusahaan dan dihibahkan ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan guna di salurkan ke rumah sakit dan masyarakat.,” jelas Eva. “Prosesnya sangat cepat, pemberiannya pun sangat mudah, hanya submit permohonan via website, dan tidak perlu menunggu lama Surat Keputusan Pembebasan sudah disetujui,” tutur Lili, Perwakilan PT. Huadi Nickel Alloy Indonesia.