Kinerja Ekspor Ditinjau dari Sisi Outward Manifes

Kinerja Ekspor Ditinjau dari Sisi Outward Manifes

Pendahuluan

Sudah kita ketahui bersama bahwa tugas Seksi Perbendaharaan berhubungan dengan kegiatan ke-bendahara-an, yaitu mengelola jaminan, piutang, pemungutan, penerimaan, pengembalian, penagihan, sampai dengan penyitaan. Namun ada satu jenis tugas lagi yang diemban oleh seksi ini yang tidak berhubungan dengan aktivitas kebendaharaan.

KPPBC Makassar termasuk kategori kantor tipe B, sehingga sesuai PMK 183/2020 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal DJBC, Seksi Perbendaharaan mendapat tugas tambahan yaitu melakukan penatausahaan dan penelitian Laporan Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut, Laporan barang niaga yang dibawa saat kedatangan, dan Laporan barang niaga yang dibawa saat keberangkatan. Jadi di dalam seksi ini terdapat Unit Administrasi Manifes yang bertugas melakukan pelayanan dan pengawasan administratif kepada pengangkut atas pergerakan sarana pengangkut yang membawa barang impor atau ekspor.   

Beberapa Istilah

Sebelum membahas lebih jauh, perlu diketahui beberapa istilah sebagai berikut:

  • Pengangkut: orang atau kuasanya yang bertanggungjawab atas pengoperasian sarana pengangkut, dan/atau, pihak yang berwenang melaksanakan kontrak pegangkutan barang dan menerbitkan dokumen berupa Bill of Lading (B/L) untuk pengangkut laut, Airway Bill (AWB) untuk pengangkut udara, atau dokumen pengangkutan barang lainnya sesuai ketentuan di bidang perhubungan.
  • Manifes: daftar barang niaga yang diangkut oleh sarana pengangkut melalui laut, udara, dan darat.
  • Outward Manifes: Dokumen pabean berupa daftar barang niaga yang diangkut oleh sarana pengangkut pada saat meninggalkan pelabuhan/bandara. Outward Manifes wajib dilaporkan oleh setiap agen pengangkut, atas setiap keberangkatan sarana pengangkut, ke Kantor Pabean yang mengawasi pelabuhan, bandara, atau tempat perlintasan batas negara untuk pengangkut darat.
  • Jumlah Pos: Merupakan jumlah B/L, AWB, atau dokumen pengangkutan lainnya dalam satu Manifes.
  • Kelompok Pos: Pengelompokan barang tiap Pos dalam Manifes secara lebih terperinci sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Kelompok Pos menggunakan kode angka untuk identifikasi dalam Sistem Komputer Pelayanan (SKP).
  • Barang Angkut Terus: Barang diangkut oleh sarana pengangkut melalui Kantor Pabean tanpa dilakukan pembongkaran terlebih dahulu.
  • Barang Angkut Lanjut: Barang diangkut oleh sarana pengangkut melalui Kantor Pabean dengan dilakukan pembongkaran terlebih dahulu.
  • Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB): Dokumen pabean yang digunakan eksportir untuk memberitahukan ekspor atas barangnya. Dokumen PEB dianggap valid jika sudah ter-rekonsiliasi dengan dokumen Outward Manifes.

Data Outward Manifes

                                                    Tabel 1.

                            Outward Manifes Periode Januari - September 2022

Uraian

Triwulan I

Triwulan II

Triwulan III

Total

Growth

Outward Manifes

589

623

705

1.917

5,8%

13,2%

Pos dalam Outward Manifes

5.331

5.741

6.039

17.111

7,7%

5,2%

*Sumber: Data Statistik Triwulan III 2022 – KPPBC Makassar

Dari tabel 1 dapat diketahui sebagai berikut:

  • Peningkatan jumlah Outward Manifes yang menandakan peningkatan frekuensi keberangkatan sarana pengangkut pada setiap periode. Pada Triwulan II meningkat 5,8% dari Triwulan I, sedangkan pada Triwulan III meningkat 13,2% dari Triwulan II.
  • Peningkatan jumlah Pos dalam Outward Manifes yang mengindikasikan meningkatnya volume barang dimuat dalam sarana pengangkut. Sejak awal tahun 2022 tumbuh 7,7% di Triwulan II disusul pertumbuhan 5,2% di triwulan III. 

Data Kelompok Pos dalam Outward Manifes

                                                          Tabel 2

                                     Kelompok Pos Periode Januari – September 2022

Kode SKP

Uraian

Triwulan I

Triwulan II

Triwulan III

Total

%

02

Impor angkut lanjut

1

-

4

5

0,03%

03

Impor angkut terus

22

25

43

90

0,53%

04

Ekspor angkut lanjut

10

15

6

31

0,18%

05

Ekspor angkut terus

2.787

3.347

3.663

9.797

57,26%

08

Peti Kemas Kosong yang diselesaikan di KPPBC setempat

14

2

13

29

0,17%

09

Ekspor yang didaftarkan dan dimuat di KPPBC setempat

2.443

2.304

2.252

6.999

40,90%

10

Ekspor dari KPPBC lain dan dimuat di KPPBC setempat

-

-

-

-

0,00%

11

Peti Kemas Kosong yang diangkut lanjut

-

-

-

-

0,00%

12

Peti Kemas Kosong yang diangkut terus

54

48

58

160

0,94%

 

5.331

5.741

6.039

17.111

 

*Sumber: Data Statistik Triwulan III 2022 KPPBC Makassar

Dari tabel 2 dapat diindikasikan sebagai berikut:

  • Volume barang impor yang berstatus angkut lanjut dan angkut terus yang singgah di wilayah pengawasan KPPBC Makassar jumlahnya tidak signifikan (0,56%).
  • Kelompok Pos 05 mengalami kenaikan signifikan pada setiap periode triwulan dan merupakan porsi terbesar secara agregat (57,26%).
  • Kelompok Pos 09 mengalami penurunan landai pada setiap periode triwulan dan memposisikan diri sebagai runner up secara total (40,9%).

Simpulan dan Saran

Dari analisis sederhana atas data Outward Manifes terdapat beberapa poin:

  • Selama tahun 2022 terjadi peningkatan frekuensi perjalanan sarana pengangkut komoditi perdagangan internasional. Ini menandakan perekonomian yang beranjak pulih dari efek pandemi pada tahun-tahun sebelumnya.
  • Meningkatnya volume ekspor via pelabuhan laut dan udara Makassar adalah bukti kinerja Tim Export Assistance KPPBC Makassar yang secara masif, sistematis, terstruktur, melakukan penggalian potensi dan pembinaan eksportir tidak hanya terbatas pada wilayah kerja KPPBC Makassar.
  • Perihal penurunan jumlah PEB yang didaftarkan di KPPBC setempat, memang eksportir tidak wajib melaporkan PEB di Kantor Pabean tempat domisili. Kemungkinan lain yaitu barang dari beberapa eksportir digabung kemudian dibuatkan satu dokumen PEB atas nama konsolidator.
  • Ke depan perlu dilibatkan secara aktif pihak operator sarana pengangkut dan NVOCC (non-vessel operating common carrier) dalam forum diskusi komunitas ekspor KPPBC Makassar. Berkaca dari beberapa kejadian di lapangan, bersebab lack of communication antara eksportir-pengangkut mengakibatkan pengenaan sanksi administrasi.

---

*Penulis adalah Pengajar PJJ Administrasi Manifes T.A. 2022 pada BDK Makassar.

Artikel Terkait: